1. Emotional Appeals
    Argumentum ad hominem [abussive]
    Ignoratio elenchi
    Loaded words
    Poisoning The Well
    One-Sided asessment
    Apriorism
     Petitio Principii
    Scundum Quid 
     
  2.  Linguistic Division
     
  3. Presumption accident , Presuption bifurcation, Damning The Alternatives 
     
  4. Tahu ( Know ) adalah suatu kelebihan yang dimiliki oleh seseorang dalam arti seseorang yang lebih tahu pastilah memiliki informasi yang lebih banyak bila dibandingkan dengan orang yang tidak tahu
     
  5. Nyata adalah sesuatu hal atau keadaan dimana sesuatu itu benar-benar ada, dapat disentuh dirasakan dan dilihat dengan alat indera kita
     
  6. Mentega dan margarin merupakan suatu jenis produk makanan yang mempunyai fungsi yang sama. Bila kita melihatnya sekilas dengan mata kita maka mentega dam margarin hampir terlihat sama. Padahal struktur mentega dan margarin sangatlah berbeda. Mentega  dibuat dengan mengaduk krim yang didapat dari susu sedangkan margarin yang merupakan pengganti mentega dibuat dari minyak nabati, atau minyak hewani. Bisa juga mengandung susu saringan, garam dan pengemulsi dimana margarin memiliki kandungan lemak dan kolestrol lebih rendah dari pada mentega.

    sumber:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Margarin
    http://id.wikipedia.org/wiki/Mentega

  7. Dengan menggunakan beberapa penjelasan berdasarkan kenyataan yang ada dan menerangkan sumber dari mana pernyataan itu berasal dengan sejelas-jelasnya sehingga lebih mudah dipahami sehingga orang lain dapat percaya pada perkataan kita dan tidak lagi beranggapan sekali a tetap a

Cobalah untuk menyelesaikan permasalahan dibawah ini : 

  1. Ada seorang wanita yang belum menikah ( sebut saja si X) yang memiliki konsep kesetiaan yakni : ‘ Dia tidak akan makan dengan pria lain selain pacarnya’
    Saya berpendapat bahwa si X tadi berpikiran kotor karena saya menganggap dia selalu menilai masalah dari segi seksualnya saja. Menurut saya Si X menganggap bila teman pria ( yang bukan pacarnya ) kalau mengajak dia makan pastilah menginginkan sesuatu darinya.
    Soal: Tentukan Fallacy dalam Pernyataan Saya Tersebut di Atas! 
  2. Beberapa orang penganut sex bebas berpendapat pernikahan itu hanya sekedar legalitas untuk melakukan persetubuhan.
    Soal : Apa Fallacy dari pernyataan diatas?  
  3. Berikut ini ada percakapan antara 2 orang :
    A:  “Komik-komik buatan Indonesia saat ini dapat dikategorikan sebagai manga. Bukankah manga itu adalah komik Jepang? Kalau begitu komik Indonesia itu yang seperti apa?”
    B: “Kalau pemain Indonesia menjuarai kejuaraan bulu tangkis, apakah pemain tersebut adalah pemain Inggris atau pemain Indonesia? (permainan bulu tangkis secara resmi diciptakan di inggris) jadi sama halnya dengan komik Indonesia…dst”
    Soal: Apa fallacy yang digunakan pada jawaban atas pernyataan diatas? 
  4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Know ( Tahu ) !
  5. Apakah yang dimaksud dengan Nyata?
  6. Berikan contoh reduksionisme yang pada awalnya terlihat sama, setelah diteliti ternyata berbeda, namun pada saat tertentu ternyata sama.
    Contoh: Komputer apple dengan windows yang model lama. sekilas terlihat sama, namun ternyata cara kerja mesinnya berbeda jauh dan kembali sama setelah diteliti hingga tahap elektron.
  7. Bagaimana cara agar kita tidak kepala batu??

Model adalah perwakilan atau pengganti dari suatu benda yang biasanya tidak cocok dengan benda aslinya didunia nyata. Model dapat dikatakan benar bila tujuan dari model itu tercapai.

Tujuan dari model adalah : 

  • Prescription ( resep ) : membuat model dari sesuatu yang sudah ada
  • prediction ( meramal ) : sebelum membuat sesuatu terlebih dahulu membuat modelnya

Kedua tujuan diatas biasanya dilakukan dengan sebuah simulasi. Simulasi adalah menganalisa tingkah laku model berdasarkan periode tertentu.

Validasi model adalah proses pencocokan model dengan tujuan model itu diadakan dan bila hasilnya tidak cocok maka model itu akan di remodel ( dimodelkan ulang ).  Proses validasi model adalah sebagai berikut :

Real World–observation,meansurement–>Model–observation,meansurement–>Test—->Modify(if required)—->Model

Tipe-Tipe model :

Physical : benda yang kelihatan

  • Iconic (bentuk mirip namun tidak dapat menggantikan fungsi yang sesungguhnya)
  • Analog (bentuk tidak terlalu dipentingkan, yang penting memiliki sifat yang mirip)

Symbolic

  • Verbal. Contoh : kartu
  • Mathematical

Beberapa pembagian MODEL yang lain

  • Analytic (menggunakan rumus yang telah ada untuk mendapatkan suatu hasil dari perhitungan. Contoh : dalam menghitung luas sebuah lingkaran, dapat digunakan rumus L=pi * r * r  (r=jari-jari lingkaran))
  • Numeric (Pencarian hasil dari suatu perhitungan dengan tidak menggunakan rumus yang telah ada, melainkan dengan cara lain yang lebih teliti. Contoh dalam pencarian luas suatu bangun tidak hanya dapat dilakukan dengan menggunakan rumus yang ada, tetapi juga dapat dicari dengan menghitung luasan di bawah kurva(integral))
  • Deterministik (Sesuatu yang telah pasti)
  • Probabilistik (Kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi paa suatu kejadian)
  • Static (ditandai dengan tidak adanya feedback.)
  • Dynamic (ditandai dengan adanya feedback)

Selain terdapat Informal Fallacy – Liguistic, terdapat pula berbagai macam Informal Fallacy yang lain, yaitu : 

1. Informal Fallacy (relevance – intrusion) yang masih dibagi lagi menjadi berbagai macam

  • Blinding with science.
  • Argumentum ad crumenam
  • Emotional appeals
  • Every schoolboy knows
  • The genetic fallacy
  • Argumentum ad hominem (abusive)
  • Argumentum ad hominem (circumstancial)
  • Ignoratio elenchi
  • Irrelevant humour
  • Argumentum ad lazarum
  • Loaded words
  • Argumentum ad misericordiam
  • Poisoning the well
  • The red herring
  • The runaway train
  • The slippery slope
  • Tu quoque
  • Argumentum ad verecundiam
  • Wishful thinking

2. Informal Fallacy (relevance – omission) yang amsih dibagi menjadi berbagai macam

  • Bogus dilemma
  • Concealed quantification
  • Damning the alternative
  • Definitional retreat
  • Extensional pruning
  • Argumentum ad ignoratiam
  • Argumentum ad lapidem
  • Argumentum ad nauseam
  • One-sided assessment
  • Refitung the example
  • Shifting ground
  • Shifting the burden of proof
  • Special pleading
  • The straw man
  • The exception thet proves the rule
  • Trivial objections
  • Unaccepted enthymemes
  • Unobtainable perfection

3. Informal Fallacy (relevance – presumption) yang masih dibagi menjadi berbagai macam

  • Abussive analogy
  • Accident
  • Analogical fallacy
  • Argumentum ad antiquam
  • Apriorism
  • Bifurcation
  • Circulus of probando
  • Complex questions (plurium integrrogationum)
  • Cum hoc ergo propter hoc
  • Dicto simpliciter
  • Ex-post-facto statistics
  • The gambler’s fallacy
  • Argumentum ad novitam
  • Petitio principi
  • Post hoc ergo propter hoc
  • Secundum quid
  • Argumentum ad temperantiam

Fallacies of Reasoning adalah kesalahan-kesalahan dalam menalarkan suatu logika. Ada 2 macam tipe Fallacy yakni : Formal Fallacy dan Informal Fallacy

Formal Fallacy adalah kesalahan dalam pengambil kesimpulan (kesalahan silogisme). Formal Falacy sendiri dapat dikelompokan menjadi beberapa bagian yang lebih spesifik lagi, yakni :

  1. Affirming the consequent : menyimpulkan sebab dari akibat yang ditimbulkannya
  2. Conclusion which denies premises : kesimpulan yang berlawanan dengan premisnya
  3. Contradictory premises : premis yang saling bertentangan
  4. Denying the antecedent : menentang sebab untuk membalikkan akibat
  5. Exclussive premises : menggunakan 2 premis negatif
  6. Existential fallacy :  Kesimpulan yang mengandung makna “beberapa” yang mana berasal dari premis yang mengandung makna “semua” guna merayu orang agar percaya
  7. False Conversion : membalikkan fakta yang mengandung kata “beberapa”
  8. Illicit process : adanya kesamaan atribut antara kelompok yang satu dengan yang lain, bukan berarti atribut yang lain juga sama
  9. Positive conclusion, Negative premises : kesimpulan positif yang berasal dari premis negatif
  10. Quaternio Terminorum : kesimpulan yang diambil dari 4 pernyataan
  11. Undistributer middle : mengambil sebagian ciri dari suatu kelas untuk menyamakannya dengan kelas yang lain

Informal Fallacy adalah suatu kesalahan dalam berlogika disebabkan oleh suatu konteks yang salah (dalam arti bersifat ambigu).  Informal Fallacy juga terbagi oleh beberapa bagian yakni :

  1. Linguistic accent : maksud dan pernyataan bergantung pada kontek 
  2. Linguistic amphiboly : susunan kalimat yang ambigu
  3. Linguistic composition : Benar untuk setiap individu namun belum tentu benar untuk seluruh kelas
  4. Linguistic division : Benar untuk seluruh kelas namun belum tentu benar untuk setiap individu ( kesalahan ini merupakan lawan dari Liguistic composition)
  5. Linguistic equivocation : mengandung arti ambigu untuk mengakali
  6. Linguistic reification : menganggap setiap kata memiliki eksistensi nyata

Next Page »